Melayani Masyarakat dengan Transparan, Modern, dan Berdaya
Kekayaan alam, budaya, dan ekonomi yang menjadi kebanggaan desa
Manggis merupakan salah satu komoditas unggulan Desa Pesucen yang memiliki kualitas baik dan bernilai ekonomi tinggi. Melalui kelompok tani setempat, hasil panen manggis telah berhasil dipasarkan hingga menembus pasar ekspor ke Tiongkok. Keberhasilan tersebut menunjukkan potensi besar sektor pertanian Desa Pesucen dalam mendukung perekonomian masyarakat.
Desa Pesucen juga memiliki potensi di bidang ekonomi kreatif melalui produksi Batik Manggis dan Batik Pala yang berada di Dusun Padangbaru. Batik cap dengan motif khas tersebut menjadi identitas budaya lokal yang mencerminkan kekayaan potensi alam Desa Pesucen sekaligus mendukung pelestarian seni batik daerah.
Umbul Petang merupakan salah satu sumber mata air yang berada di Desa Pesucen. Meskipun berada pada lahan milik pribadi, sumber mata air ini tetap menjadi bagian dari potensi alam desa karena keberadaan airnya berasal dari kawasan Desa Pesucen. Potensi ini memiliki nilai penting sebagai sumber daya air sekaligus berpeluang dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis alam.
Sumber Air Pesucian merupakan salah satu lokasi yang memiliki nilai sejarah bagi Desa Pesucen. Menurut cerita masyarakat, tempat ini berkaitan dengan asal-usul nama Desa Pesucen sebagai lokasi tempat bersuci. Ke depan, kawasan ini direncanakan untuk dikembangkan sehingga dapat menjadi destinasi yang mengangkat nilai sejarah sekaligus memperkenalkan identitas desa kepada masyarakat.
Produksi gula merah menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat, khususnya di Dusun Padangbaru. Gula merah dihasilkan secara tradisional dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan menjadi salah satu produk yang memiliki nilai jual serta berpotensi untuk terus dikembangkan sebagai produk unggulan desa.
Dukung produk lokal, bangkitkan ekonomi desa
Maar Manisan merupakan Manisan segar dari buah pilihan: tomat, pala, cermai, asam, belimbing wuluh, dan pepaya. Diolah secara higienis dengan resep tradisional. Menghadirkan rasa manis, asam, dan legit yang khas. Cocok untuk cemilan, oleh-oleh, dan suguhan.
Manisan tradisional dengan cita rasa khas nusantara! Terbuat dari buah pilihan seperti cerme, pala, asam, dan tomat. Diolah dengan resep keluarga secara higienis tanpa bahan pengawet. Rasakan perpaduan rasa manis, asam, dan segar dalam setiap gigitan. Cocok untuk camilan dan oleh-oleh.
Manisan Alfanita terbuat dari buah pilihan seperti cerme, asam, tomat, mangga, pala, belimbing wuluh, dan pepaya. Diolah secara higienis dengan resep tradisional. Tanpa pengawet, Cocok untuk camilan & oleh-oleh.
Informasi terkini seputar kegiatan dan perkembangan Desa Pesucen
Desa Pesucen terletak di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM, didukung oleh masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kebersamaan. Nama "Pesucen" berasal dari kata pesucian yang berarti tempat bersuci, merujuk pada sosok Mbah Bardan, tokoh religius pada masa kolonial Belanda yang selalu bersuci di Sumber Air Mailang, Dusun Krajan, sebelum melaksanakan salat; kebiasaannya menyebut kata "Pesucen" saat ditanya hendak pergi atau pulang dari tempat bersuci lambat laun menjadi sebutan bagi wilayah tersebut. Selain religius, Mbah Bardan juga membuka lahan pertanian di sekitar Sungai Sukowidi untuk menanam padi, sayuran, pala, dan manggis, yang menjadi awal berkembangnya kawasan ini menjadi sebuah desa dengan potensi pertanian yang bertahan hingga kini. Seiring waktu, sebagian wilayah Pesucen dipisahkan menjadi Desa Bulusari, sehingga saat ini Desa Pesucen terdiri atas tiga dusun, yaitu Dusun Krajan, Dusun Padangbaru, dan Dusun Bangunrejo, dengan hubungan sosial antar-desa yang tetap terjalin baik. Kini, Desa Pesucen terus berkembang dengan mengoptimalkan potensi pertanian, perkebunan, UMKM, hingga pelayanan publik berbasis digital, sambil menjaga nilai sejarah, budaya, dan semangat gotong royong demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.